5 Masalah Kesehatan Terbesar di Indonesia

5 Masalah Kesehatan Terbesar di Indonesia

Menurut data sumber Badan Kesehatan Dunia (WHO), Centers for Disease (CDC) dan riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, pada tahun mendatang akan terdapat beberapa masalah kesehatan yang perlu diprioritaskan karena bisa menimbulkan efek yang lebih sangat merugikan bagi rakyat Indonesia.

Sebelumnya kita bisa mempelajari tentang bagaimana cara memilih asuransi kesehatan terbaik. Masalah kesehatan tersebut adalah:

1. Kesehatan ibu dan anak

5 masalah kesehatan terbesar di Indonesia - Pasar AsuransiBerdasarkan fakta menyebutkan bahwa kesehatan ibu dan anak berada pada angka 21% sebagai penderita penyakit di Indonesia. Beberapa di antaranya yakni mengenai kesejahteraan ibu semasa hamil, ini merupakan momen yang harus mendapatkan perhatian lebih baik dari segi psikologis maupun fisik. Melalui metode edukasi usia reproduksi yang aman, kontrol kehamilan rutin dan proses persalinan yang ditangani oleh tenaga medis terlatih.

Tak luput pula dengan masa kembang dan pertumbuhan anak menyangkut status gizi, kesehatan psikologis maupun pencegahan terhadap penyakit infeksi dan menular. Melalui pemberian imunisasi dan ASI yang terbaik. Hal ini membutuhkan perhatian, pendampingan dan kerja ekstra dalam pemberian edukasi.


2. Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC merupakan jenis penyakit yang sangat menular dan bisa menjangkiti semua anggota keluarga. Dampaknya terhadap angka kesakitan di Indonesia sangatlah besar. Hal inilah yang membuat penyakit ini tak kunjung musnah di Indonesia.

Perlu Anda tahu, tuberkulosis memang banyak memengaruhi paru-paru. Namun, penyakit ini juga dapat mengenai organ tubuh lain seperti kelenjar getah bening, usus halus dan usus besar, hingga testis.


3. Penyakit tidak menular

Penyakit tidak menular memiliki angka kejadian yang juga tinggi, di antaranya; penyakit ginjal, jantung dan stroke, diabetes dan penyakit paru obstruktif kronik. Tentu manambah daftar beban penyakit selain penyakit menular.

Ini semua karena disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat, kurang makan sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok atau beberapa faktor lain seperti tingkat stres yang tinggi.


4. Kesehatan mental

Rendahnya kesadaran dalam mencari pertolongan dan kian tingginya tingkat stres membuat masalah kesehatan mental di Indonesia semakin tinggi. Berdasarkan stigma dan mitos yang masih dipercaya di berbagai daerah juga mewarnai masalah kesehatan ini, salah satu contohnya adalah dengan praktik pemasungan dan pengucilan tanpa adanya solusi yang tepat.

Menurut data Riskesdas 2018, dari 100% penderita depresi atau gangguan kesehatan mental, tercatat hanya sekitar 9%yang menjalani penanganan medis dengan baik dan benar. Untuk mengatasi masalah ini sangatlah diperlukan usaha edukasi dan penanganan yang lebih maksimal, agar tidak semakin meningkat di masa depan.


5. Cedera kepala karena kecelakaan

Berdasarkan kesadaran dan perilaku generasi muda yang tidak taat terhadap peraturan lalu lintas menyebabkan 31,4 persen cedera kepala terjadi di jalan raya. Parahnya, kejadian tersebut juga turut berperan pada terjadinya disabilitas yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk produktif sesuai dengan usianya.

Masih merupakan “pekerjaan rumah” yang besar bagi seluruh pihak untuk dapat meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas bagi generasi muda di Indonesia.

Sebagai negara berkembang, Indonesia mungkin tak akan lepas dari berbagai masalah kesehatan jika masyarakatnya tidak segera sadar. Untuk itu, ayo, sama-sama sadari pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup aktif dan sehat mulai sekarang!

Simak juga mengenai 7 keuntungan generasi millennial jika berasuransi untuk mengetahui manfaat lain dari asuransi.

Dapatkan perlindungan asuransi kesehatan untuk meminimalkan kerugian finansial akibat penyakit-penyakit di atas. Oleh sebab itu, pastikan Anda membeli Produk Asuransi Kesehatan hanya di Pasar Asuransi. Kunjungi @jetspasarasuransi atau www.pasarasuransi.co.id